Selasa, 16 September 2008

Monumen Nasional

Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan sebutan "Monas" adalah monumen yang dibangun pada masa pemerintahan Ir. Soekarno. Monas merupakan landmark bagi kota Jakarta dan telah dikunjungi oleh jutaan orang dari berbagai suku bangsa di dunia. Monumen ini terletak di Jakarta pusat berdekatan dengan Istana Merdeka, Museum Nasional, Stasiun kereta api Gambir, dan tempat-tempat lainnya.

Pada umumnya, orang-orang yang berasal dari “daerah” seperti kami, belum puas rasanya bila datang ke Jakarta tetapi belum berkunjung ke Monas. Karenanya ketika berkunjung ke Jakarta dalam rangka melihat anak-anak dan menantu, mengunjungi Monas merupakan salah satu agenda dalam perjalanan kami.

Tugu Monas terletak ditengah-tengah lapangan monas yang sekeliling lapangannya ditanamai pohon-pohon rindang sehingga membuat suasana menjadi teduh. Banyak warga Jakarta yang memanfaatkan taman dilokasi Monas sebagai tempat bersantai atau berolah raga. Mereka umumnya membawa keluarga dengan anak-anak atau kerabat mereka yang kebetulan datang dari “daerah” seperti kami.

Melihat bangunan Monas yang megah dan kokoh, saya jadi teringat keinginan yang "menggebu-gebu" untuk membangun negeri ini oleh Presiden pertama RI, Bpk Ir Soekarno. Beliau-lah yang memprakarasi pembangunan Monas yang sampai sekarang masih kokoh berdiri di kota Jakarta.

Pada masa pemerintahan Ir. Soekarno, ada beberapa bangunan terkenal yang dibangun di kota Jakarta, seperti Monumen Nasional (Monas), Hotel Indonesia, Istora Senayan Jakarta, dan Masjid Istiqlal. Menurut anda, masih adakah bangunan lainnya yang didirikan pada masa pemerintahan Ir. Soekarno yang masih eksis sampai sekarang ???

Welly dan Ariel Ginting

Welly & Ariel Ginting, dua bersaudara bermarga Ginting yang berdomisili di desa Kuta Gerat, kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatrera Utara. Welly sebagai abang-an termasuk tipe mendominasi dan cenderung “nakal”.

Karena tinggal di kampung yang notabene banyak saudara dan keluarga yang melindungi, terkadang kenakalan tersebut dapat semakin “menjadi-jadi” ditambah lagi pengaruh lingkungan melalui pergaulannya dengan teman-teman sebaya. Si Ariel yang adik-an cenderung lebih pendiam dan pemalu tetapi terkadang terpengaruh dengan kenakalan abangnya.

Mereka berdua adalah keponakan (bahasa Karo; permen) dari istri saya. Orang tua mereka bertani sayuran seperti kol, cabai, tomat dan juga menanam pohon jeruk. Mereka juga memiliki kolam ikan mas dan mujair disekitar tanah pertaniannya.

Kegiatan menangkap ikan dengan cara menguras air kolam (bahasa Karo; Ndurung) sering dilakukan bila kita sedang berkunjung kesana. Sungguh kegiatan yang mungkin sangat didambakan di kota-kota besar, sementara aktivitas ini mungkin sesuatu yang rutinitas dan biasa dilakukan di sebuah desa.

Dan untuk aktivitas-aktivitas tersebut, kedua bersaudara Welly dan Ariel Ginting akan menjadi "Aktor" alias “Anak Muda” nya pertunjukan dengan berlarian di lumpur dan pematang sawah.

Buat Welly dan Ariel Ginting, "Paman" (bahasa Karo; Bengkila) yakin kalian akan bertumbuh menjadi anak yang menjadi penolong bagi orang tua dan keluarga.

Seiring berjalannya waktu dan kalian semakin dewasa, kenakalan kalian akan berubah menjadi sikap peduli dan perhatian bagi orang tua, keluarga, dan bahkan orang lain. Semoga …..

Senin, 15 September 2008

Sun Plaza Medan

Sun Plaza merupakan salah satu mal yang ada di kota Medan. Mal ini terletak di kawasan "Kampung Keling" Medan. Disebut "Kampung Keling" karena dikawasan ini banyak dihuni oleh warga keturunan India berkulit hitam. Orang Medan biasa menyebut mereka dengan "Orang Keling" sehingga kawasan tersebut dikenal dengan "Kampung Keling".

Sun Plaza Medan memiliki sarana dan prasarana seperti pada umumnya yang tersedia di mal. Bila dibandingkan dengan mal-mal yang ada di Jakarta, mal ini tidaklah lebih megah. Tetapi kalau dibandingkan dengan mal-mal yang ada di luar Jakarta, mal ini merupakan salah satu yang lumayan bagus.

Salah satu fasilitas yang menarik yang dimiliki mal ini seperti fasilitas ice skating. Walaupun arena ice skating yang dimiliki tidak sebesar yang terdapat di Mal Taman Anggrek Jakarta, tetapi tempat ini sangat digandrungi warga kota Medan dan sekitarnya.

Pada langit-langit ruangan mal ini terdapat hiasan-hiasan benda-benda langit seperti Matahari, bintang-bintang, dan susunan tata surya di jagad raya. Bila sedang berkunjung ke Sun Plasa, anda juga dapat melihat-lihat kuil Hindu yang lokasinya persis didepan halaman sebelah kiri mal, tempat dimana warga keturunan India yang beragama Hindu melakukan ritual sembahyang mereka.


Ketika menjelang sore sampai dengan tengah malam, disekitar tempat ini, tepatnya di jalan Pagaruyung anda dapat menikmati Mie Rebus India, Roti Cane, Juice segar, dan makanan lainnya. Saya yakin, anda tidak akan kecewa dengan "rasa" dan "harga" nya. Jadi bila sedang berkunjung ke kota Medan, sempatkan mengunjungi mal ini. Atau jangan-jangan, anda sudah pernah berkunjung ke tempat ini???

Jeruk Medan

Apakah anda pernah menikmati buah jeruk Medan? mudah-mudahan pernah atau bahkan sering sebagai tambahan asupan kebutuhan vitaman C dan vitamin lainnya bagi kesehatan tubuh anda. Tahu-kah anda bahwa walaupun namanya "Jeruk Medan" tetapi budidaya terhadap tanaman buah ini tidak dilakukan di kota Medan. Nah Lho.... jadi mengapa dinamai Jeruk Medan? tidak ada yang tahu, siapa yang pertama kali mencetuskan nama "Jeruk Medan".

Jeruk Medan sebenarnya berasal dari dataran tinggi karo. Dataran tinggi karo merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Utara. Ibu kota Propinsi Sumatera Utara adalah kota Medan, sedangkan ibu kota kabupaten Karo adalah kota Kabanjahe. selain kota Kabanjahe sebagai pusat pemerintahan daerah, ada kota Brastagi sebagai tempat wisata dan peristirahatan.

Jarak dari kota Medan ke kota Brastagi kurang dari 90 km sedangkan ke kota Kabanjahe berjarak kurang dari 100 km dan jarak kota Brastagi ke Kabanjahe sekitar 11 - 13 km. Waktu tempuh Medan - Brastagi dengan kendaraan umum sekitar 1 jam 30 menit melewati hutan dan pegunungan. Sedangkan waktu tempuh Brastagi - Kabanjahe dengan kendaraan umum sekitar 15 - 30 menit.

Di sekitar kedua kota di dataran tinggi Karo inilah banyak ditanami sayur-sayuran, bunga dan buah-buahan termasuk jeruk. Di dataran tinggi Karo yang berhawa sejuk memungkinkan pohon jeruk menghasilkan buah yang berlimpah, tambahahan lagi didaerah ini menjulang dua gunung berapi yang saling berdekatan, gunung Sinabung dan Sibayak, membuat tanah di dataran tinggi karo terkenal dengan kesuburannya.

Kembali ke topik awal, mengapa disebut "Jeruk Medan" padahal tumbuhnya di dataran tinggi Karo? mungkin penyebabnya dikarenakan aktivitas pengiriman jeruk yang dilakukan keluar dari dataran tinggi Karo, entah itu ke Pulau Jawa, Singapore, Malaysia dan tempat-tempat lainnya, pastinya akan melewati Medan terlebih dahulu, maka akhirnya dinobatkan namanya sebagai "Jeruk Medan". Mungkin iya, bisa juga tidak. Anda Punya pendapat lain ???

Jumat, 05 September 2008

JSX 1.999,534

"Kata Anak Saya"

Hari ini Jumat, tanggal 5 September 2005, pada penutupan sesi pertama Bursa saham Indonesia, indeks saham turun menjadi 1.999,534 dari indeks yang selama ini bertahan di 2.000-an. Akhirnya indeks 2.000-an yang dibanggakan selama ini "pecah". Indeks saham merupakan tolak ukur atas naik-turunnya harga saham - saham yang diperdagangkan di bursa saham. Bursa saham Indonesia dikenal dengan nama Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah nama dari Bursa Efek Indonesia (BEJ) dan berkantor di jalan Sudirman Jakarta.

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar atau tempat untuk berdagang instrument pasar modal seperti Saham, Obligasi dan instrument pasar modal lainnya. saham merupakan suatu bukti kepemilikan bagi si pemegang saham terhadap perusahaan yang mengeluarkan Saham tersebut. Sedangakan Obligasi adalah efek bersifat hutang yang dikeluarkan perusahaan untuk mencari sumber pendanaan melalui pasar modal.

Saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Astra Internasional (ASII), dll. Sedangkan Obligasi dapat dibedakan diantaranya obligasi korporasi, Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Ritel Negara Indonesia( ORI).

Banyak orang atau investor yang pesimis melihat penurunan harga saham-saham Indonesia dan bahkan saham-saham dibelahan dunia lainnya, tapi "mendung tak akan selamanya kelabu" atau ada istilah juga pada orang Karo "labo pagi gel-gel" yang berarti Indeks saham tidak akan selamanya turun, peluang untuk kembali naik masih tetap ada. Kapan ??? tidak ada yang tahu, hanya waktu yang akan menjawapnya.

Jadi, apakah Investasi saham anda juga sedang mengalami penurunan? Semoga anda sabar menghadapi keadaan ini, Semoga ....